FIELD TRIP

KEGIATAN PEMBELAJARAN DI LUAR KELAS (FIELD TRIP)*)

Oleh : Euis Tresna

Segala hal baik berupa data, orang, tempat, keadaan atau  wujud tertentu dapat digunakan oleh siswa untuk belajar, baik secara terpisah maupun secara terkombinasi satu sama lain, yang dapat  mempermudah siswa mencapai tujuan belajarnya.  Semua ini disebut sumber belajar.  Sumber belajar dapat dibedakan menjadi enam jenis yaitu pesan (message), orang (people), bahan (materials), alat (tool and equipment), teknik (technique), dan lingkungan (setting)

Mengajar dengan menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar akan lebih bermakna dan bernilai, sebab para siswa dihadapkan dengan peristiwa dan keadaan yang sebenarnya, keadaan yang alami, sehingga lebih nyata, lebih faktual dan kebenarannya lebih dapat dipertanggungjawabkan.

Nilai-nilai atau keuntungan yang dapat diperoleh dengan menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar :

  1. Lingkungan menyediakan berbagai hal yang dapat dipelajari siswa, memperkaya wawasannya, tidak terbatas oleh empat dinding kelas dan kebenarannya lebih akurat.
  2. Kegiatan belajar dimungkinkan akan lebih menarik, tidak membosankan dan menimbulkan antusiasme siswa untuk lebih giat belajar.
  3. Belajar akan lebih bermakna (meaningful learning), sebab para siswa dihadapkan dengan keadaan yang sebenarnya.
  4. Aktivitas siswa akan lebih meningkat dengan memungkinkannya menggunakan berbagai cara seperti proses mengamati, bertanya atau wawancara, membuktikan sesuatu, mengkaji fakta dan sebagainya.
  5. Dengan memahami dan menghayati aspek-aspek kehidupan yang ada di lingkungannya, dapat dimungkinkan terjadinya pembentukan pribadi para siswa, seperti cinta akan lingkungan, empati terhadap suatu keadaan, memunculkan tekad atau motivasi siswa, tumbuh kesadaran, cinta alam.

Ada dua lingkungan yang dapat digunakan sebagai sumber belajar, yaitu lingkungan sosial dan lingkungan alam/fisik.

Lingkungan sosial sangat tepat digunakan untuk mempelajari ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan. Lingkungan sosial ini berkenaan dengan interaksi siswa dengan kehidupan bermasyarakat.

Lingkungan alam adalah segala sesuatu yang sifatnya alamiah, seperti sumber daya alam hayati dan non hayati (pantai, sawah, gunung, mesium, tapak tilas). Lingkungan alam dapat digunakan untuk mempelajari gejala-gejala alam serta dapat menumbuhkan kesadaran siswa akan cinta alam dan berpartisipasi dalam memelihara alam.

Gejala-gejala alam sifatnya relatif tetap tidak seperti lingkungan sosial yang sering terjadi perubahan, oleh karena itu sebenarnya akan lebih mudah dipelajari oleh siswa.

Ada dua teknik menggunakan lingkungan dalam kegiatan pembelajaran, yaitu membawa kelas ke dalam lingkungan yang akan dipelajari atau membawa lingkungan itu ke dalam kelas.

Salah satu cara yang dapat dilakukan pada teknik pertama yaitu guru bersama para siswa melakukan kegiatan karyawisata atau “field trip“, yaitu mengunjungi lingkungan yang dijadikan objek studi tertentu sebagai bagian integral dari pelaksanaan kurikulum. Objek studi ini tidak terbatas pada jarak, artinya bisa objek yang jauh dari sekolah/kota tempat sekolah itu berada, namun bisa juga ditempat-tempat sekitar sekolah, seperti halaman sekolah, kebun sekolah, organisasi kemasyarakatan di dekat sekolah, sawah, kolam ikan dan sebagainya. Sebelum melaksanakan karyawisata, guru bersama para siswa perlu mempersiapkan terlebih dahulu apa yang akan dilakukan, apa yang akan dipelajari, bagaimana cara mempelajarinya serta kapan sebaiknya dipelajari.

Ada tiga langkah yang bisa ditempuh untuk menggunakan lingkungan ini, yaitu langkah perencanaan, langkah pelaksanaan dan langkah tindak lanjut (follow up).

Langkah perencanaan dapat dilakukan melalui cara-cara berikut :

  1. Tentukan tujuan pembelajaran yang akan dicapai para siswa. Tujuan dirumuskan spesifik untuk memudahkan dalam penilaian.  Agar kegiatan efefktif dan efisien, jika memungkinkan gabungkan beberapa pelajaran yang memiliki kebutuhan yang sama.
  2. Tentukan objek dan tempat yang akan dikunjungi.  Jika banyak banyak pelajaran yang tergabung perhatikan keterwakilan tempat yang tidak terlalu berjauhan jaraknya, karena hal ini akan memakan waktu lama ketika perpindahan tempat. Perhatikan pula biaya, cara menempuhnya, keamanan dan ketersediaan sumber yang dapat dipelajari.
  3. Rumuskan cara belajar atau bentuk kegiatan yang harus dilakukan siswa selama mempelajari lingkungan seperti mencatat apa yang terjadi, mengamati suatu proses, melakukan wawancara, membuat sketsa dan sebagainya.
  4. Pembagian siswa menjadi kelompok-kelompok kecil (4-5 orang) dan setiap kelompok diberi tugas khusus. Hal ini akan menumbuhkan kerja sama dalam kelompok serta dapat memperluas wawasan mereka, karena setiap kelompok nantinya akan melaporkan hasil pekerjaanya di depan kelas.
  5. Siapkan pula hal-hal yang sifatnya teknis seperti tata tertib kegiatan yang harus dipatuhi siswa, perizinan untuk mengadakan kegiatan, perlengkapan-perlengkapan yang harus dibawa dan alat atau instrumen yang digunakan.

Langkah pelaksanaan yaitu melakukan berbagai kegiatan belajar di tempat tujuan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Dalam karyawisata, kegiatan biasanya diawali dengan penjelasan para petugas mengenai objek yang dikunjungi. Dalam hal ini para siswa bisa mengajukan pertanyaan-pertanyaan, mencatat semua informasi yang dianggap penting atau sesuai dengan alat/instrumen yang telah disiapkan. Selain informasi dari para petugas, para siswa dengan bimbingan petugas mengamati objek yang dipelajarinya. Dalam kegiatan ini para petugas masih memberikan penjelasan-penjelasan, peserta didik bisa bertanya dan mencatatnya. Kemudian para siswa dalam kelompoknya dapat mendiskusikan hasil belajarnya untuk dirumuskan dan dilaporkan kepada guru kelas dan kelompok lainnya. Apabila objek yang dipelajari sifatnya bebas dan tidak memerlukan petugas khusus yang mendampinginya, para siswa bisa langsung mempelajari objek studi, mengamatinya serta mencatatnya atau mengadakan wawancara dengan siapa saja yang dianggap layak.

Langkah terakhir yaitu tindak lanjut dari semua kegiatan yang telah dilaksanakan. Langkah ini bisa berupa kegiatan belajar di dalam kelas untuk mendiskusikan hasil-hasil yang telah diperoleh dari lingkungan. Setiap kelompok lainnya mendengarkan dan memberikan tanggapan. Pada akhirnya, guru kelas memberikan penjelasan dan pembahasan akhir dikaitkan dengan tujuan pembelajaran. Guru juga dapat memberikan penilaian terhadap kegiatan-kegiatan dan hasil yang telah dicapai masing-masing peserta didik. Tugas berikutnya dapat guru berikan kepada siswa, misalnya berupa pekerjaan rumah seperti menyusun laporan lengkap dari kegiatan yang telah dilakukan, menyusun karangan berkenaan dengan kesan-kesan selama melakukan kegiatan, atau membuat pertanyaan-pertanyaan yang berkenaan dengan hasil kegiatan.

Manfaat penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar bagi siswa:

  1. Memberikan motivasi belajar.
  2. Mengarahkan aktivitas belajar.
  3. Memperkaya informasi dan memberikan pengalaman langsung
  4. Meningkatkan hubungan sosial dan menanamkan kesadaran akan masalah-masalah yang terdapat di dalam masyarakat
  5. Pengenalan lingkungan dan memberikan pengertian yang lebih luas tentang kehidupan dalam masyarakat
  6. Menimbulkan sikap dan apresiasi terhadap lingkungan sekitar.

*) dari berbagai sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: